Yth Bapak Ibu:
Peserta Program S1 dan S2 Arsitektur-UBH,
Undangan Kuliah Umum
Terlampir Abstrak Kuliah Umum dari Bpk. Andre Peresthu
Yang akan dilaksanakan:
Sabtu 13 Desember 2008, Jam 14.00 selesai.
R Sidang FTSP Gedung F lantai 2. Kampus Ulak Karang, Padang
Salam,
EkoAlvares Z
Urbanism within the perspective of state-building
Tidak ada satupun bangsa di dunia ini yang ingin hidup miskin dan terus tertinggal dari yang lain. State-building atau pembangunan bangsa bertujuan untuk meningkatkan kemakmuran serta meningkatkan taraf kehidupan masyarakat yang jauh lebih baik. Setiap bangsa memiliki hak untuk mencapai tujuan hidup yang jauh dari sekedar layak. Tujuan ini hanya bisa dicapai jika setiap bangsa memiliki kelas menengah yang kuat serta memiliki daya saing tinggi di tingkat global. Pembangunan kelas menengah tentunya tidak bisa dilepaskan dengan peranan tiga pilar utama, yakni: (1) perbaikan nutrisi dan kesehatan; (2) perbaikan pendidikan dan lapangan pekerjaan; dan (3) perbaikan lingkungan kehidupan. Pilar ke-tiga yakni perbaikan lingkungan kehidupan mencakup penyediaan aspek dasar ruang hidup seperti rumah dan sarana fisik yang memadahi dan sehat. Peningkatan kualitas ruang hidup adalah mutlak. Lingkungan hidup yang tidak sehat akan berakibat langsung terhadap penurunan kualitas kehidupan generasi depan yang diharapkan menjadi kelas menengah. Perbaikan lingkungan kehidupan adalah salah satu peranan utama profesi arsitek, urban planner dan desainer dalam masyarakat. Tugas profesi mereka bukan saja mempergunakan desain untuk tujuan estetis semata tetapi berperan aktif untuk tujuan strategis pembangunan masyarakat (state-building). Desain diharapkan dapat memberikan solusi-solusi teknis dan praktis untuk perbaikan lingkungan kehidupan masyarakat yang jauh lebih baik. Lebih dari itu, desain diharapkan mampu memberikan visi kedepan untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat. Paradigma ini dikenal sebagai urban welfare yang sudah mentradisi sejak city-state di Eropa. Tradisi inilah yang kemudian mengkristal kedalam gerakan garda depan modernisme yang berawal dari Eropa sekita permulaan abad ke-20. Perumahaan rakyat adalah realitas gerakan modernisme arsitektur di Eropa pada abad lalu. Termasuk di dalamnya penyediaan sarana transportasi publik, air bersih dan sanitasi yang melibatkan investasi publik yang tidak kecil nilainya. Peradaban manusia telah membuktikan bahwa beberapa bangsa mampu melakukan tugas pembangunan kesejahteraan publik dengan baik meski tidak sempurna. Ini adalah sebuah realitas social welfare. Namun, memasuki abad 21 ini, kita dihadapkan pada tantangan lain yang jauh lebih rumit dan memiliki dimensi global. Issue keterbatasan sumber daya alam, energi, kapital dan bahaya laten pemanasan global adalah beberapa hal penting yang sangat urgent untuk dipikirkan oleh generasi sekarang; bersamaan dengan proses urbanisasi yang begitu cepat dan juga masa depan ekonomi global yang sedang dihadapkan pada proses restrukturisasi. Dimanakah peranan arsitek, urban planner dan desainer di abad 21 ini? Hal inilah yang akan menjadi pembicaraan kita dalam diskusi minggu ini.
Andrea Peresthu